Thursday, September 03, 2009
Beberapa cuatan terbaru...
Bunyi dari keheninganmu seperti dinamit. Sangat nyaring, membuat lupa pada pijakan atau mempertanyakan ketersediaan hari esok. Lengkingmu benar2 seperti dinamit, memecahkan kaca pelindung hati yg paling tebal sekalipun. Tak menyesal kubuka katupmu itu, meski esok mungkin aku menghilang.
senantiasa putih suaramu, hingga kemudian lembut menyusup di kasar poriku yang lelah. Senantiasa lirih jeritanmu, memadukan ketegaran dan ketakutanmu akan kesendirian. Aku memandangi saja setapak itu, seperti menunggu.
memanggilku dalam lewat sebuah bisikan yang tak mampu didengar oleh bentukan individu lain
benar-benar telah menjeratku. Keistimewaan itu membuai, mendidihkanku hingga tak mampu lagi berpikir dingin. Apa kau selalu runutkan pesona hingga berbuah asmara yang tak berbatas?
dihentak sejuta tumbuk martil, kesedihan itu malah mengurung diri dan menolak untuk ditemani. Diselimuti kain berbalut emas, tak betah mengiringi waktu dan kau hempas sekenanya. Jujur, aku ingin diam saja dan menunggu. Tapi kau sudah akan berlalu.
Bahwa aku menempatkanmu di sebelah catatan jiwa terbaik. Dari ruang-ruang pilihan yang tak tercela. Bahwa aku kemudian selalu bisa melarikan diri dari beku, hanya dengan menoleh pada satu pojok yang paling kukenal.
dhank Ari at 6:38 AM