Tuesday, September 26, 2006
tuduhan(lagi)aku memang tergoda untuk mengira-ngira.
lelaki itu benar-benar menyita perhatianku.
asumsi itu pun bertebaran,
layaknya sisa pembakaran kertas yang tertiup angin
tak tentu arah.
aku kira lelaki itu terlambat
dalam sebuah janji pertemuan dengan seseorang
yang aku kira adalah atasannya.
saat dia kemudian tergesa, aku menancapkan asumsi
bahwa dia sudah akan membuat sebuah alibi yang akan dijadikan dasar
bagi kebohongannya kelak.
asumsiku salah.
salah besar, sepertinya.
lelaki itu tak mengejar alibi,
melainkan mengejar shuttle bis menuju Karawaci.
dhank Ari at 5:33 PM